Jelang Derby della Madonnina: Chivu Menolak Label Favorit untuk Inter Milan Kontra AC Milan
Milan – Suasana Derby della Madonnina memanas menjelang pertemuan Inter Milan kontra AC Milan pada pekan ke-12 Liga Italia. Pertandingan sarat gengsi ini dijadwalkan berlangsung di Stadion San Siro pada Senin (24/11/2025) dini hari WIB.
Baca Juga : Kontroversi Target Medali di SEA Games 2025: Timnas U22 Indonesia Ditargetkan Meraih Perak
Menjelang laga krusial ini, pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan pandangannya, di mana ia secara tegas menolak anggapan bahwa timnya berada di posisi yang lebih diunggulkan.
Kekhawatiran Absennya Pemain Kunci
Dalam konferensi persnya, Chivu mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait kondisi skuadnya yang tidak dapat tampil dengan kekuatan penuh. Inter Milan dipastikan akan kehilangan bek sayap andalan mereka, Denzel Dumfries, yang masih dalam proses pemulihan dari cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat membela tim nasional Belanda.
Absennya Dumfries, yang merupakan salah satu pemain kunci di sektor sayap, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Chivu dalam meracik strategi menghadapi rival sekota.
Lebih dari Sekadar Poin Klasemen
Chivu menekankan bahwa Derby della Madonnina memiliki dimensi yang jauh melampaui persaingan poin di tabel klasemen Serie A. Pertandingan ini sarat akan gengsi, kehormatan, dan rivalitas historis antara dua klub raksasa Milan.
“Ini adalah pertandingan yang menarik bagi semua yang diwakilinya, dan kami tahu apa artinya bagi para penggemar,” kata Chivu, seperti dikutip dari Football Italia.
Ia juga menyinggung dampak emosional pertandingan ini bagi para suporter. “Mereka ingin menikmati hari Senin yang santai tanpa diejek teman-teman, dan inilah yang membuat sepak bola begitu hebat. Kami tahu apa yang ingin kami lakukan. Dunia sedang memperhatikan kami.”
Menanggapi Perang Urat Saraf Allegri
Laga ini akan menjadi debut Cristian Chivu sebagai pelatih di panggung Derby della Madonnina. Di kubu lawan, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri (jika diasumsikan Allegri melatih Milan pada waktu tersebut, meski ia lebih identik dengan Juventus), mencoba melancarkan perang urat saraf dengan menyebut Inter Milan sebagai tim favorit.
Allegri, yang memiliki pengalaman menghadapi derbi ini satu dekade lalu, tampaknya mencoba memindahkan tekanan mental kepada Nerazzurri. Namun, Chivu dengan cepat menanggapi taktik ini. Ia menolak anggapan tersebut dan bersikeras bahwa dalam pertandingan sebesar derbi, status favorit secara efektif menghilang.
“Saya menolak anggapan tersebut. Di derbi, tidak ada tim favorit, termasuk Inter Milan,” tegas Chivu, yang mengisyaratkan bahwa semangat juang dan mentalitas tim di hari pertandingan akan menjadi penentu utama hasil akhir. Pernyataan ini menunjukkan upaya Chivu untuk meredam tekanan ekspektasi dari publik dan fokus pada persiapan teknis timnya.