Serangan Balik Joan Laporta terhadap Florentino Perez: Presiden Barcelona Tuding Real Madrid Miliki Obsesi
Andorra la Vella – Ketegangan antara dua klub raksasa Spanyol, FC Barcelona dan Real Madrid, memuncak setelah Presiden Barcelona, Joan Laporta, melancarkan kritik pedas sebagai respons atas tuduhan yang kembali diangkat oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dalam Rapat Umum Klub Madrid pekan lalu.
Dalam kunjungannya ke Andorra la Vella, Laporta membantah keras klaim bahwa Barcelona memperoleh keuntungan dari pembayaran kepada Enriquez Negreira. Laporta menyebut pernyataan Perez sebagai hal yang tidak pada tempatnya dan secara terbuka menuding Real Madrid memiliki obsesi mendalam terhadap Barcelona. Menurutnya, Madrid terus menyeret-nyeret proses hukum Kasus Negreira meskipun mereka tahu tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Baca Juga : Isu Giovanni van Bronckhorst Latih Timnas Indonesia: Pelatih PSIM Ragu Liverpool Akan Melepasnya
“Mereka menyeret kasus ini seperti permen karet karena tahu tidak ada apa-apanya. Barça tidak pernah menyuap wasit, dan wasit umumnya tidak memihak Barça; mereka selalu memihak Madrid,” ujar Laporta, membalikkan narasi yang selama ini dituduhkan.
Sorotan Kontroversial terhadap Keputusan Wasit
Laporta tidak hanya membantah tuduhan, tetapi juga mencontohkan insiden yang terjadi pada jornada (pekan pertandingan) sebelumnya sebagai bukti bahwa Barcelona tidak mendapatkan perlakuan istimewa di lapangan. Ia menyoroti secara spesifik dua gol Real Madrid yang menurutnya seharusnya dianulir wasit.
“Hanya pada pertandingan terakhir, Madrid mencetak dua gol yang jelas melibatkan handball Bellingham, dan gol lainnya Vinicius mematahkan hidung Inaki. Dua gol itu tak seharusnya sah, dan Barça akan memimpin klasemen sekarang,” ucap Laporta, secara implisit menuduh adanya keberpihakan wasit yang merugikan Barcelona dan menguntungkan rival abadi mereka.
Selain insiden di lapangan, Presiden Barcelona itu juga menyinggung peran Real Madrid TV, yang disebutnya mencoba memengaruhi keputusan wasit setiap pekan melalui siaran mereka.
Madrid Dituding Miliki Kompleks terhadap Era Keemasan Barça
Laporta menegaskan bahwa segala tuduhan yang dilontarkan Real Madrid tidak akan mampu mengubah atau menodai periode paling sukses dalam sejarah Barcelona. Ia merujuk pada rentang waktu 2004 hingga 2015, ketika Barcelona dianggap sebagai kiblat sepak bola dunia.
“Mereka punya kompleks persekusi terhadap era terbaik dalam sejarah Barça. Mereka tidak suka Barça menjadi tim terbaik dunia dari 2004 sampai 2015,” katanya.
Menurut Laporta, dominasi Barcelona pada era tersebut dibangun atas kualitas permainan terbaik yang diakui secara global. Oleh karena itu, ia meminta agar Real Madrid berhenti mencari-cari alasan atau kambing hitam yang tidak berdasar untuk menjelekkan capaian rivalnya tersebut.