Evaluasi Hansi Flick Usai Club Brugge vs Barcelona 3-3: Sorotan pada Jebakan Offside dan Kepercayaan Diri Tim
Pertandingan pekan keempat Liga Champions (UEFA Champions League) musim 2025-2026 antara Club Brugge dan Barcelona berakhir dramatis dengan skor imbang 3-3. Duel yang berlangsung di Stadion Jan Breydel tersebut menyajikan tempo tinggi dan hujan gol, namun pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyoroti aspek pertahanan timnya yang dinilai masih kurang ideal.
Baca Juga : Membuka Tirai Sejarah: Prediksi Skor dan Harapan Besar Timnas U17 Indonesia Kontra Zambia
Flick secara spesifik menyebut bahwa anak asuhnya menunjukkan kurangnya kepercayaan diri saat menerapkan taktik pertahanan garis tinggi, terutama dalam memainkan jebakan offside melawan Club Brugge.
Rangkuman Jalannya Pertandingan Penuh Gol
Pertemuan antara Club Brugge dan Barcelona langsung berjalan agresif sejak menit awal, menampilkan jual beli serangan yang cepat:
| Waktu | Skor | Pencetak Gol | Keterangan |
| 6′ | 1-0 | Nicolo Tresoldi (Brugge) | Memanfaatkan transisi serangan kilat. |
| 8′ | 1-1 | Ferran Torres (Barcelona) | Respons cepat dari umpan Fermin Lopez. |
| 17′ | 2-1 | Carlos Forbs (Brugge) | Menyelesaikan umpan silang Christos Tzolis. |
| 61′ | 2-2 | Lamine Yamal (Barcelona) | Gol indah usai perubahan taktik babak kedua. |
| 63′ | 3-2 | Carlos Forbs (Brugge) | Mencetak gol kedua Forbs dua menit usai skor disamakan. |
| 77′ | 3-3 | Christos Tzolis (Barcelona) | Gol bunuh diri setelah umpan Yamal. |
Babak kedua ditandai dengan perubahan strategis yang dilakukan Flick, memasukkan veteran Robert Lewandowski dan Dani Olmo untuk meningkatkan kreativitas serangan. Perubahan ini efektif menghasilkan gol penyama kedudukan melalui aksi individu Lamine Yamal. Sayangnya, Brugge mampu merespons cepat melalui Carlos Forbs, sebelum akhirnya skor kembali imbang berkat gol bunuh diri.
Kritik Flick: Masalah Mentalitas dan Garis Pertahanan
Meskipun Barcelona berhasil membawa pulang satu poin dari markas lawan, Hansi Flick menilai hasil 3-3 bukanlah hasil terbaik, terutama mengingat kesulitan timnya dalam menjalankan instruksi taktis di lini belakang.
Flick secara blak-blakan menyoroti masalah kepercayaan diri para pemain ketika harus mempertahankan garis pertahanan tinggi, yang merupakan elemen kunci dalam skema bermainnya. Strategi jebakan offside yang efektif menahan serangan lawan memerlukan koordinasi yang sempurna dan keyakinan dari setiap pemain belakang, yang menurutnya belum terlihat sepenuhnya.
“3-3 memang bukan hasil terbaik, tetapi Club Brugge bermain sangat, sangat baik,” ungkap Hansi Flick.
Komentar ini menggarisbawahi dua poin: pertama, pengakuan atas kinerja apik tim tuan rumah yang mampu memanfaatkan celah pertahanan Barcelona. Kedua, bahwa hasil imbang ini disebabkan oleh kegagalan Barcelona sendiri dalam menjaga konsentrasi dan keyakinan saat menerapkan skema pertahanan yang rumit. Performa lini belakang yang kurang meyakinkan saat berduel dengan serangan balik cepat Brugge menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih asal Jerman tersebut.