Felix Magath: Krisis Kepemimpinan Bayern Munchen Mirip Manchester United

Felix Magath: Krisis Kepemimpinan Bayern Munchen Mirip Manchester United

Categories :

Jakarta – Mantan pelatih Bayern Munchen, Felix Magath, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi internal klub. Magath, yang pernah membawa Bayern meraih dua gelar Bundesliga (2005 dan 2006), menilai klub raksasa Jerman tersebut sedang mengalami krisis kepemimpinan yang berpotensi menghambat kesuksesan jangka panjang. Ia bahkan membandingkan situasi ini dengan yang dialami Manchester United setelah era Sir Alex Ferguson.

Baca Juga : Dua Pemain Muda Persib Bandung Bergabung dengan Timnas U-23 di Surabaya

Menurut Magath, hilangnya figur sentral yang kuat membuat proses pengambilan keputusan di level manajemen menjadi tidak terarah. “Selain Manchester United, tidak ada klub lain yang berada dalam situasi serupa dengan Bayern,” ungkapnya kepada Abendzeitung.

Ketidakjelasan Peran di Jajaran Petinggi
Magath menyoroti struktur kepemimpinan Bayern yang dianggapnya tidak jelas. Dengan CEO Jan-Christian Dreesen, direktur olahraga Christoph Freund, dan bos olahraga Max Eberl yang berbagi wewenang, ia mempertanyakan apakah terlalu banyak pengambil keputusan justru memperumit keadaan.

“Tidak ada kejelasan tentang kepemimpinan klub. Siapa yang bertanggung jawab? Siapa yang memiliki wewenang? Bayern tampaknya belum menemukan kepemimpinan yang tepat,” kata Magath.

Pergerakan Transfer yang Mengecewakan
Kritik Magath semakin kuat jika melihat pergerakan Bayern di bursa transfer musim panas ini. Meskipun berhasil mendatangkan nama-nama besar seperti Luis Diaz dari Liverpool dan Jonathan Tah dari Bayer Leverkusen, klub juga mengalami sejumlah kegagalan signifikan.

Target utama seperti Florian Wirtz justru memilih bergabung dengan Liverpool, sementara Nico Williams memutuskan untuk memperpanjang kontrak di Athletic Bilbao. Upaya merekrut striker Stuttgart, Nick Woltemade, juga berakhir dengan penolakan.

Serangkaian kegagalan ini memperkuat kesan bahwa Bayern telah kehilangan daya tarik dan ketegasan dalam perencanaan transfer, sebuah hal yang sangat kontras dengan efektivitas mereka di era-era sebelumnya. Meskipun masih diunggulkan untuk mempertahankan gelar Bundesliga, masalah struktural ini harus segera diselesaikan agar tidak merusak performa klub di masa depan.