Timnas Indonesia Absen di FIFA Matchday November: Fokus Beralih ke SEA Games di Tengah Kekosongan Pelatih Kepala

Timnas Indonesia Absen di FIFA Matchday November: Fokus Beralih ke SEA Games di Tengah Kekosongan Pelatih Kepala

Categories :

Jakarta – Agenda FIFA Matchday yang berlangsung pada November 2025 menjadi sorotan di kawasan Asia Tenggara. Hampir seluruh dari 11 anggota ASEAN memanfaatkan jendela internasional ini untuk melakoni laga uji coba atau pertandingan kualifikasi resmi, termasuk rangkaian Kualifikasi Piala Asia 2027. Negara-negara regional seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Filipina tercatat memiliki jadwal padat dalam periode ini.

Baca Juga : Tantangan Marselino Ferdinan di AS Trencin dan Implikasinya Terhadap Peluang SEA Games 2025

Namun, di tengah kesibukan negara-negara tetangga, Timnas Indonesia justru memilih untuk absen dari agenda FIFA Matchday November, sebuah keputusan yang menimbulkan pertanyaan terkait prioritas federasi.

Dua Alasan Utama di Balik Keputusan PSSI

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengikutsertakan Timnas Senior Indonesia pada periode FIFA Matchday November didasari oleh dua pertimbangan strategis utama:

  1. Kekosongan Pelatih Kepala: Sejak berakhirnya kerja sama dengan pelatih Patrick Kluivert pada 16 Oktober lalu, posisi pelatih timnas senior belum terisi. Kondisi ini membuat PSSI kesulitan merencanakan dan melaksanakan pertandingan internasional dengan persiapan yang matang.
  2. Prioritas pada Timnas U23/U22: PSSI memutuskan untuk mengalihkan sumber daya dan fokus mereka sepenuhnya kepada Timnas U23 Indonesia (sering disebut U22 dalam konteks persiapan), yang saat ini dibesut oleh pelatih Indra Sjafri.

“FIFA Matchday kita prioritaskan untuk timnas U-23 Indonesia di bawah Indra Sjafri karena bulan Desember sudah SEA Games,” kata Erick Thohir.

Tim U23 Indonesia saat ini tengah menjalani persiapan intensif menghadapi SEA Games 2025 yang akan berlangsung di Thailand pada Desember mendatang. Keputusan PSSI ini menggarisbawahi upaya federasi untuk memastikan hasil optimal dalam ajang multievent Asia Tenggara tersebut, mengingat Timnas U23 akan membawa harapan besar masyarakat Indonesia.

Konsekuensi Terhadap Peringkat FIFA

Keputusan PSSI untuk absen dalam FIFA Matchday November memiliki konsekuensi langsung terhadap posisi Timnas Indonesia di peringkat dunia FIFA. Jendela pertandingan internasional merupakan kesempatan utama bagi sebuah negara untuk menambah poin, baik melalui kemenangan maupun hasil imbang melawan tim dengan peringkat lebih tinggi.

Dengan tidak bertanding, Timnas Indonesia kehilangan kesempatan berharga untuk memperbaiki atau mempertahankan posisi mereka. Saat ini, skuad Garuda menempati urutan ke-122 dalam ranking FIFA. Posisi ini masih tertinggal dari beberapa rival regional utama, termasuk Thailand, Malaysia, dan Vietnam, yang secara aktif memanfaatkan FIFA Matchday untuk mendulang poin dan memperbaiki peringkat mereka di mata dunia.

Absennya Indonesia di tengah kesibukan hampir seluruh anggota ASEAN menunjukkan adanya pergeseran fokus federasi dari tim senior ke pembinaan usia muda, meskipun hal ini harus dibayar dengan potensi penurunan atau stagnansi dalam peringkat FIFA yang menjadi salah satu tolok ukur kemajuan sepak bola nasional.